Sejarah
[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Landing Hero” _builder_version=”4.16″ use_background_color_gradient=”on” background_color_gradient_stops=”#76BAB4 0%|#48A79E 100%” background_color_gradient_start=”#76BAB4″ background_color_gradient_end=”#48A79E” background_image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/hero-panda.png” background_blend=”multiply” custom_padding=”100px|0px|100px|0px” animation_style=”slide” animation_direction=”top” animation_intensity_slide=”2%” locked=”off” global_colors_info=”{}”][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.16″ custom_margin=”|||” custom_width_px=”1280px” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_divider show_divider=”off” disabled_on=”on|off|off” _builder_version=”4.16″ height=”70px” global_colors_info=”{}”][/et_pb_divider][et_pb_text admin_label=”Judul : Sejarah Desa” _builder_version=”4.17.6″ header_font=”|on|||” header_font_size=”42px” header_line_height=”1.3em” background_layout=”dark” custom_padding=”|||” hover_enabled=”0″ header_font_size_last_edited=”off|desktop” locked=”off” global_colors_info=”{}” sticky_enabled=”0″]
1. Legenda
Sejarah Desa Karangsari yang dipimpin oleh Syeh Hasan Ashari yang biasa disebut Mbah SURAYUDA beliau yang pertama yang memimpin Desa Karangsari atau yang memberi nama Desa Karanmgsari, beliau berasal dari Demak. Mbah Surayuda mempunyai 11 keturunan (anak) teridiri dari 2 (dua) orang Putra dan 9 (Sembilan) Putri beberapa puluh tahun kemudian dilakukan pemilihan langsung Kepala Desa Karangsari atau sebutan lain pada masa itu alat yang dilakukan untuk pemilihan tersebut adalah menggunakan biting (lidi) dimasukan kedalam bumbung bambu dalam pemilihan pertama tersebut terdiri dari 2 (dua) orang calon kepala desa masing-masing adalah Mbah Manten dan Mbah Suradirana kedua orang calon tersebut adalah menantu dari Mbah Surayuda atau orang pertama yang mendiriakan Desa Karangari dan terpilihlah Mbah Suradirana sebagai Kepala Desa Pertama Desa Karangsari.
Desa Karangsari awal mulanya terdiri dari beberapa beberapa kelompok masyarakat kecil yang masih berpindah-pindah menyesuaikan wilayah yang subur karna prioritas utama pada saat itu masih sangat mengandalkan hasil pertanian, seiring dengan berjalanya waktu Desa Karangsari akhirnya mengelompok dan terbentuk menjadi 5 (lima) Dusun
Setelah terbentuk Dusun-dusun tersebut kemudian terjadi pemilihan kepala Desa Karangsari atau sebutan lain pada masa itu dan terpilihlah Lurah Pekuncen di kisaran tahun 1911 yang mempin Desa Karangsari sampai Tahun 1935, Setelah kepemimpinan Lurah Pekuncen kemudian catatan atau sumber sejarah menyebutkan bahwa pemimpin sekanjutnya adalah Bapak Sandim yang memimpin Desa Karangsari sekitar tahun 1935 sampai Kisaran Tahun 1955, Sejarah mencatat awalnya wilayah Desa Karangsari secara administrasi merupakan bagian dari Kecamatan karangpucung dan pada kisaran Tahun 1955 terjadi perubahan administrasi kewilayahan dan kemudian masuk ke wilayah aministrasi Kecamatan Cimanggu, dapa saat itu Bapak Sandim menjabat sebagai kepala desa sampai tutup usia dan mendapat sebutan Lurah Penatus.
Selanjutnya tongkat kepemimpinan Desa karangsari dilanjutkan oleh bapak Sahudi yang memimpin Karangsari di kisaran tahun 1956 sampai Tahun 1971, belaiu merupaka putra dari Bapak Lurah Pekuncen.
Selanjutnya Kepemimpinan Desa Karangsari dilanjutkan oleh Bapak Sudarmo yang memimpin desa karangsari dari kisran tahun 1972 sampai 1995 memimpin desa karangsari sekitar 23 tahun, Bapak Sudarmo adalah putra dari Bapak sandim atau kepala desa ke-4 yang memimpin Desa Karangsari
Selanjutnya kepala desa karangsari dilanjutkan oleh bapak Subandi Tahun 1996 sampai Tahun 1998, beliau merupakan Kepala desa sementara karna kepala desa pada saat itu mengundurkan diri.
Selanjutnya desa karangsari dipimpin oleh Bapak Sobirin beliau terpilih dari Tahun 1999 sampai Tahun 2006, kemudian pada Tahun 2007 terjadi pemilihan kepala desa karangsari dan terpilihlah Bapak Turijo yang kemudian memimpin desa karangsari selama 2 (dua) Periode masa jabatan sampai Tahun 2019, pada Tahhun 2019 Desa Karangsari melakukan pemilihan langsung bersamaan dengan 13 Desa lain di Kecamatan cimanggu dan terpilihlah Bapak Acep Saepul Mila, S.Pd.I yang kemudian memimpin Desa karangsari sampai dengan saat ini.
[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”4.17.6″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Learn by Doing” _builder_version=”4.16″ custom_padding=”100px|0px|32px|0px|false|false” global_colors_info=”{}”][et_pb_row column_structure=”2_3,1_3″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”2_3″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Judul : Sejarah Desa” _builder_version=”4.16″ text_text_color=”#7272ff” header_font=”|700|||||||” header_text_color=”#279BD5″ header_font_size=”36px” header_line_height=”1.5em” custom_margin=”||20px|” animation_style=”slide” animation_direction=”bottom” animation_intensity_slide=”10%” locked=”off” global_colors_info=”{}”]
Sejarah Desa
[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Teks : Sejarah Desa” _builder_version=”4.16″ text_font=”||||||||” text_text_color=”#a7c4d6″ text_font_size=”16px” text_line_height=”1.9em” animation_style=”zoom” animation_intensity_zoom=”6%” locked=”off” global_colors_info=”{}”]
Dari cerita-cerita lisan itu diyakini bahwa Desa Panda termasuk salah satu desa yang keberadaanya sudah cukup tua. Desa Panda diperkirakan sudah ada pada masa-masa berdirinya Kerajaan Galuh, Jawa Barat pada abad ke – 6.
Karena masuk dalam wilayah Kerajaan Galuh yang berbudaya Sunda, kehidupan masyarakat Desa Panda pun juga tidak lepas dari pengaruh budaya Sunda itu. Pengaruh paling besar bisa dilihat dari bahasa yang dipakai warga Desa Panda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Guru Besar Ilmu Linguistik Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Prof. Dr. Cece Sobarna, tahun 1989, disimpulkan bahwa bahasa Sunda pernah menjadi bahasa tutur masyarakat Panda. Nama-nama tempat dan sungai, seperti, Cireang, Cukangawi, Cipancur, Citunggul, Cipeundeuy, Cibrewek, dan lain sebagainya menunjukkan adanya pengaruh kuat bahasa Sunda di Desa Panda.
Menurut Sobarna, Bahasa Sunda di Desa Panda termasuk Bahasa Sunda yang tidak mengenal kasar-halus. Masyarakat Panda menyebutnya dengan istilah bahasa Sunda “badeolan”. Beberapa kosa kata bahasa Sunda di Desa Panda tidak lagi ditemukan pada pengguna bahasa Sunda yang berada di wilayah Bandung dan sekitarnya (wilayah Priangan), tetapi memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Sunda di wilayah Banten.
Cerita lain menyebutkan, sebelum dihuni oleh manusia, Desa Panda berwujud hutan belantara yang di dalamnya hidup binatang buas, jin dan siluman. Mbah Damarwulan, Mbah Panusupan, dan Mbah Jayasengara dianggap sebagai para leluhur yang berjasa besar dalam mendirikan Desa Panda. Merekalah yang mengusir jin dan siluman jahat sehingga Desa Panda dapat dihuni oleh manusia hingga sekarang.
Warga Desa Panda juga memiliki leluhur yang dikenal dengan nama Mbah Darmokusumo. Mbah Darmokusumo ini seringkali digambarkan sebagai sosok yang memiliki tingkat kejujuran yang tinggi dan totalitas kepasrahan kepada Sang Illahi. Bagi warga Panda, sosok Darmokusumo menjadi sosok yang dibanggakan, karena memiliki banyak keutamaan-keutamaan dalam perilaku. Karena keutamaan-keutamaan perilakunya tersebut, sosok Darmokusumo seringkali dikait-kaitkan dengan asal-usul nama Panda. DERMA berarti memberi, AJI berarti sesuatu yang berharga. Nama Panda mengandung makna dan semangat untuk selalu memberikan kebaikan terus menerus kepada sesama.
Diceritakan juga, konon, sebelum masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyumas, pada awalnya Desa Panda menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Cilacap. Tetapi tidak jelas kapan masa-masa masuk ke dalam wilayah Kabupaten Cilacap dan kapan mulai masuk wilayah Kabupaten Banyumas. Jejak yang bisa ditemukan hanyalah bahwa dari awal adanya Desa Panda hingga sekarang, Desa Panda telah dipimpin oleh 11 (sebelas) Lurah/Kepala Desa.
[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.17.6″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]Sejarah Desa Karangsari yang dipimpin oleh Syeh Hasan Ashari yang biasa disebut Mbah SURAYUDA beliau yang pertama yang memimpin Desa Karangsari atau yang memberi nama Desa Karanmgsari, beliau berasal dari Demak. Mbah Surayuda mempunyai 11 keturunan (anak) teridiri dari 2 (dua) orang Putra dan 9 (Sembilan) Putri beberapa puluh tahun kemudian dilakukan pemilihan langsung Kepala Desa Karangsari atau sebutan lain pada masa itu alat yang dilakukan untuk pemilihan tersebut adalah menggunakan biting (lidi) dimasukan kedalam bumbung bambu dalam pemilihan pertama tersebut terdiri dari 2 (dua) orang calon kepala desa masing-masing adalah Mbah Manten dan Mbah Suradirana kedua orang calon tersebut adalah menantu dari Mbah Surayuda atau orang pertama yang mendiriakan Desa Karangari dan terpilihlah Mbah Suradirana sebagai Kepala Desa Pertama Desa Karangsari.
Desa Karangsari awal mulanya terdiri dari beberapa beberapa kelompok masyarakat kecil yang masih berpindah-pindah menyesuaikan wilayah yang subur karna prioritas utama pada saat itu masih sangat mengandalkan hasil pertanian, seiring dengan berjalanya waktu Desa Karangsari akhirnya mengelompok dan terbentuk menjadi 5 (lima) Dusun
Setelah terbentuk Dusun-dusun tersebut kemudian terjadi pemilihan kepala Desa Karangsari atau sebutan lain pada masa itu dan terpilihlah Lurah Pekuncen di kisaran tahun 1911 yang mempin Desa Karangsari sampai Tahun 1935, Setelah kepemimpinan Lurah Pekuncen kemudian catatan atau sumber sejarah menyebutkan bahwa pemimpin sekanjutnya adalah Bapak Sandim yang memimpin Desa Karangsari sekitar tahun 1935 sampai Kisaran Tahun 1955, Sejarah mencatat awalnya wilayah Desa Karangsari secara administrasi merupakan bagian dari Kecamatan karangpucung dan pada kisaran Tahun 1955 terjadi perubahan administrasi kewilayahan dan kemudian masuk ke wilayah aministrasi Kecamatan Cimanggu, dapa saat itu Bapak Sandim menjabat sebagai kepala desa sampai tutup usia dan mendapat sebutan Lurah Penatus.
Selanjutnya tongkat kepemimpinan Desa karangsari dilanjutkan oleh bapak Sahudi yang memimpin Karangsari di kisaran tahun 1956 sampai Tahun 1971, belaiu merupaka putra dari Bapak Lurah Pekuncen.
Selanjutnya Kepemimpinan Desa Karangsari dilanjutkan oleh Bapak Sudarmo yang memimpin desa karangsari dari kisran tahun 1972 sampai 1995 memimpin desa karangsari sekitar 23 tahun, Bapak Sudarmo adalah putra dari Bapak sandim atau kepala desa ke-4 yang memimpin Desa Karangsari
Selanjutnya kepala desa karangsari dilanjutkan oleh bapak Subandi Tahun 1996 sampai Tahun 1998, beliau merupakan Kepala desa sementara karna kepala desa pada saat itu mengundurkan diri.
Selanjutnya desa karangsari dipimpin oleh Bapak Sobirin beliau terpilih dari Tahun 1999 sampai Tahun 2006, kemudian pada Tahun 2007 terjadi pemilihan kepala desa karangsari dan terpilihlah Bapak Turijo yang kemudian memimpin desa karangsari selama 2 (dua) Periode masa jabatan sampai Tahun 2019, pada Tahhun 2019 Desa Karangsari melakukan pemilihan langsung bersamaan dengan 13 Desa lain di Kecamatan cimanggu dan terpilihlah Bapak Acep Saepul Mila, S.Pd.I yang kemudian memimpin Desa karangsari sampai dengan saat ini.
[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_image src=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/sejarah-karesidenan-banjoemas.jpg” align_tablet=”center” align_phone=”” align_last_edited=”on|desktop” _builder_version=”4.16″ animation_style=”zoom” animation_direction=”left” animation_delay=”100ms” animation_intensity_zoom=”20%” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][et_pb_divider color=”#379BD5″ divider_style=”dashed” divider_position=”center” _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][/et_pb_divider][et_pb_image src=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/peta-sejarah-desa.jpg” align_tablet=”center” align_phone=”” align_last_edited=”on|desktop” _builder_version=”4.16″ animation_style=”zoom” animation_direction=”left” animation_delay=”100ms” animation_intensity_zoom=”20%” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Kabar Desa” _builder_version=”4.16″ background_color=”#f9f9f9″ custom_padding=”30px|0px|50px|0px|false|false” global_colors_info=”{}”][et_pb_row _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Judul : Silsilah Lurah” _builder_version=”4.16″ text_text_color=”#7272ff” header_font=”|700|||||||” header_text_align=”center” header_text_color=”#279BD5″ header_font_size=”36px” header_line_height=”1.5em” custom_margin=”|||” custom_margin_tablet=”||0px|” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|tablet” animation_style=”slide” animation_direction=”bottom” animation_intensity_slide=”10%” locked=”off” global_colors_info=”{}”]
Silsilah Kepala Desa
[/et_pb_text][et_pb_accordion _builder_version=”4.17.6″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_accordion][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.17.6″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.17.6″ _module_preset=”default” type=”4_4″][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_4,1_4,1_4,1_4″ _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_4,1_4,1_4,1_4″ _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Nama Kepala Desa” image=”https://karangsari-cimanggu.desa.id/wp-content/uploads/user-leader.png” admin_label=”Kepala Desa” _builder_version=”4.16″ text_orientation=”center” global_colors_info=”{}”]Kepala Desa Periode
xxxx – xxxx[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]